Jumat,4 Oktober 2019 pukul 17.46 Wita,di kabarkan via WhatsApps oleh salah satu Team patroli Hutan Desa terlihat kepulan asap di sekitar hutan desa,setelah di cek ke pusat asap benar saja pada pukul 18.27 Wita terlihat api terus menjalar. Apakah kebakaran ini terjadi karena faktor ketidaksengajaan,kesengajaan,atau faktor alam yang belakangan ini cuaca sangat panas,dan hujan tidak turun-turun?. Ah,kami tidak mau berspekulasi,ini sudah terjadi dan team Hutan sudah bekerja secara maksimal dan kita patut mengapresiasinya. Team hutan,semua pihak terkait bergotong royong berusaha memadamkan api yang terus menjalar sampai larut malam,karena keterbatasan alat pemadam, kebutuhan logistik,dan untuk menjaga keselamatan masing masing team,pemadaman di putuskan di lanjutkan esok pagi.

Sabtu, 5 Oktober 2019 sekitar pukul 7 pagi team kembali menaiki Bukit Panji,benar saja api sudah mulai menjalar makin melebar,dan kepulan asap semakin besar, team hutan,Bimas Desa ambil bagian untuk terjun langsung,tetapi karena kebakaran terjadi melebar sampai ke kawasan yang curam dan berbatu,untuk menjaga keselamatan,team memutuskan untuk tetap mengawasi saja. Siang harinya team hutan dan pihak yang terkait memutuskan untuk beristirahat sejenak dan terlihat kepulan asap mulai berkurang dan api kemungkinan sudah mulai padam.

Selang waktu beberapa hari,tanggal 13 Oktober 2019 pada pukul 18.39 Wita kembali terlihat dr kejauhan titik api yang menjalar di Bukit Desa Panji,setelah di cek,benar saja api sudah menjalar sangat lebar. ini terjadi tepatnya di Puncak Landep,team yang memantau tidak di bekali alat pemadam,tabung oksigen dll,dan memutuskan untuk menghentikan api dengan alat seadanya. Karena faktor keselamatan Team memutuskan untuk kembali turun,menjauhi TKP. Kondisi malam dan peralatan yang kurang,sangat membahayakan bagi Team Hutan,di putuskan penanganan dilanjutkan keesokan harinya.

Hari Senin,14 Oktober 2019,Team Hutan,Kepala Dusun Kedu,di bantu salah satu Warga Panji Anom kembali melakukan pengecekan,hanya tersisa sisa-sisa kebakaran,dan bara-bara yang masih mengeluarkan asap,tiupan angin kembali menimbulkan percikan api di sekitar area kebakaran dan Team Hutan,Kadus Kedu,salah satu warga dengan sigap penyekat atau pemotong aliran api agar tidak menjalar makin melebar,sampai berita ini di turunkan Team Hutan masih berada di Bukit Panji untuk memantau api yang masih menjalar.

Berharap kebakaran hutan terjadi bukan kartena faktor kesengajaan. Percayalah kita semua sangat membutuhkan keberadaan dan kelestarian hutan Panji yang kita cintai ini. Gundulnya hutan Panji adalah awal dari bencana,perlu di ketahui hutan Panji menyimpan sumber mata air yang penduduk Panji kunsumsi saat ini,hutan Panji adalah paru-paru bagi Desa Panji, mari kita bersama -sama  menjaga Hutan untuk masa depan dan anak cucu kita.